– tentang semut yang terjungkal jatuh tanpa suara
Dari ranting pohon jambu yang terjulur menyentuh genting rumah, semut-semut hitam bergerak dan berarakan berpindah tempat: mula-mula dari ranting, lalu pindah ke genting, lantas merayap menyusuri tembok dan akhirnya –dengan meyakinkan—berhasil menembus ke dalam rumah melalui lubang angin di atas pintu.
Semut-semut itu sesungguhnya tidak mengganggu, tidak juga bikin kotor. Hanya saja, rute perarakan mereka memang sama sekali tak sedap dipandang. Setelah melewati lubang angin di atas pintu, mereka membangun jalur lebih ke bawah, melintasi dinding ruang tamu, lalu tiba di ruang keluarga dengan melintas di dinding tepat di atas televisi. Tiap kali melihat televisi, perarakan semut itu seringkali –mau tak mau—terlihat juga oleh mata. Dan, terus terang saja, itu mengganggu.
Seseorang lantas membeli sejenis kapur khusus yang tiap kali digoreskan di dinding atau lantai akan membikin semut-semut itu mustahil bisa melewatinya. Begitulah: perarakan semut itu berhenti. Tindakan selanjutnya: ranting yang terjulur ke genting pun dipangkas.
Ada sisa-sisa semut yang masih berkeliaran di dinding rumah. Salah satu semut itu terpisah sendirian. Seorang yang sama lantas membuat lingkaran kecil dengan kapus khusus itu sehingga semut yang naas itu pun terperangkap tanpa bisa ke luar. Ia berpusing-pusing sedemikian rupa, mencoba ke luar dari satu titik, lalu gagal, lalu pindah dan menjajal titik lain untuk kemudian juga gagal. Terus dan terus begitu. Tak sampai 20 menit, semut itu lalu diam, dan akhirnya… terjungkal jatuh tanpa suara ke lantai. Dia tak bergerak lagi.
Seseorang tadi itu lantas duduk memandangi semut yang sudah tak bergerak. Tidak, tentu saja dia tak berpikir hendak membuat pemakaman semut. Dia, seseorang yang sama itu, hanya berpikir: tidakkah bergerak-gerak dan berputar-putar terus menerus di area yang sama juga bisa bikin seseorang terjerembab pada involusi yang akut, untuk kemudian: terjungkal jatuh tanpa suara?
Bagus sekali, saya rindu bertemu untuk bicara-bicara dengan filsuf dan penghayat macam ini.
[Reply]
apakah pernikahan juga termasuk? perputaran menerus di area sama.
[Reply]
Salam kenal…
[Reply]
Dia, seseorang yang sama itu berperilaku mirip sekali dengan pemimpin desa tempat saya bermukim
[Reply]
Love this one…
I’ll share this on my FB..
best regards,,
[Reply]
pembunuh..! wanine karo semut.. kon mrene, kang.. ben tak tataki..
[Reply]