»

Fanon

Bola — admin @ 4:53 am

– catatan pengantar untuk piala dunia 2010

Belum terlalu lama berselang, bumi dihuni oleh dua miliar penduduk: 500 juta adalah manusia dan 1,5 miliar sisanya penduduk pribumi yang tidak dimanusiakan. Yang pertama menciptakan kata, yang lain mengikutinya.”

Begitulah filsuf Jean Paul Sartre memulai kata pengantar untuk buku karya Frantz Fanon berjudul Bumi Berantakan (The Wretched of the Earth) yang terbit pertama kali dalam bahasa Prancis pada 1961. Karya-karya Fanon, termasuk buku tadi, banyak menginspirasi gerakan pembebasan atas kolonialisme di Afrika dalam waktu yang lama.

21 tahun setelah buku Frantz Fanon itu terbit, Aljazair (yang menjadi subyek utama buku Fanon itu) tampil di Piala Dunia 1982 dengan debut yang sangat mengesankan: mengalahkan Jerman Barat dengan skor 2-1. Dunia sepakbola terkejut, begitu juga publik dan para pemain Aljazair sendiri. Eforia melenakan mereka sehingga di laga kedua Aljazair menyerah 2-3 oleh Austria. Di laga terakhir, Aljazair kembali bangkit dengan mengandaskan Cili dengan skor 3-2. Tapi mereka tersingkir karena kalah selisih gol setelah Jerman Barat mengalahkan Austria dengan skor 1-0.

Laga antara Jerman Barat versus Austria yang digelar di Gijón itu menjadi salah satu laga paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia. Hingga 10 menit pertama, Jerman Barat yang butuh kemenangan membombardir Austria hingga akhirnya Horst Hrubesch berhasil membobol gawang Austria di menit 10. Sejak itu, tensi pertandingan tiba-tiba merosot drastis. Kedua tim seakan tak mau bermain bola. Pers di Jerman Barat, termasuk surat kabar penting Bild, menganggap laga itu sebagai hal memalukan. Ada yang menyebut laga itu sebagai “Nichtangriffspakt von Gijón” (“Non-aggression pact of Gijón”) atau “Schande von Gijón” (“The Shame of Gijón”).

(more…)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.
(c) 2012 nasib adalah kesunyian masing-masing | powered by WordPress with Barecity