»

Un-born

biografi — admin @ 1:53 pm

– anak bajang tak pernah pergi

anak-bajang-blog

Aney, Aney, you, my unborn child
Sorry, sorry, I can’t sing a brighter lullaby.

Itu petikan lirik lagu berjudul “Aney, Unborn Child“.

Adik perempuan saya tak tahu lagu itu dan sepertinya juga tak pernah mendengarnya. Tapi, saya percaya –sangat percaya, bahkan– adik saya sangat bisa memahami lirik lagu di atas dengan segenap sedu sedannya.

Dik, tidak pernah saya bersedih selarut ini untukmu, juga untuk anak bajang-mu.

Atau, mungkin, justru saya harus bahagia untuk anak bajang-mu itu? Bukankah ada yang bilang nasib terbaik adalah tidak dilahirkan? Seperti kata-kata seseorang dalam hidup saya: “The unborn children. Absolute freedom. Perfect good men ever. Instead the dead.”

Anak bajang, anak bajang. Ooo… anak bajang!

9 Comments »

  1. Mereka yang menggiring angin.

    Amor fati :)

    Comment by GM — 2010/02/07 @ 4:56 pm
  2. Adikku, wedok, lahir dalam keadaan tak bernyawa, konon menurut dokter sudah mati sesaat (beberapa jam) sebelum kelahiran. Dia, jika hidup sudah berumur 32 th. Anak bajang juga :)

    Comment by hedi — 2010/02/07 @ 8:02 pm
  3. saya tak punya adik, maklum ragil

    yang meninggal yang terbebaskan, mati itu merdeka terlepas dari tanggung jawab dan kewajiban. [ini salah satu yang diomongkan ayah saya beberapa pekan sebelum meninggal dunia, 1991 silam. Kalau beliau hidup, sekarang umur 66 tahun]

    Comment by nothing — 2010/02/08 @ 2:53 pm
  4. Membacai komen GM dan Mas Hedi kok menjadi merinding….
    “Mereka yang menggiring angin.”
    Pabila tiada mereka, bagaimana?

    Comment by goop — 2010/02/08 @ 2:57 pm
  5. seandainya bebas itu mati, akankah nikmat dunia ini masih terasa kan? sepertinya tidak, dan nikmat mati itu juga tak ada yang pernah tau persis menceritakannya. jadi nikmatkah mati itu?

    Comment by hanif IM — 2010/02/15 @ 5:18 am
  6. sampe skrg aku kok masih belum paham ya maksud blog ini…banyak bahasa yg tidak kupahami…

    Comment by mbah jiwo — 2010/02/19 @ 3:00 am
  7. oalah, melas men, tapi itu lah hidoep, C’est la Vie

    Comment by yusuf81 — 2010/02/20 @ 12:22 pm
  8. nasib terbaik adalah tidak dilahirkan….! anak bajang…menjelajah tuah…!

    Comment by rama prabu — 2010/02/22 @ 7:51 am
  9. Jadi inget temenku. namanya ira juga. putrinya kembar. 2 minggu lalu terpaksa harus dicaesar karena salah satunya (yg usianya lebih muda) dideteksi telah meninggal dalam kandungan. Sang kakak akhirnya lahir selamat dan cantik. Meski harus di inkubator beberapa jam.

    Aku bayangkan lagu itu dinyanyikan si kakak ketika besar nanti. :-(

    Comment by ira — 2010/03/04 @ 5:01 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.
(c) 2012 nasib adalah kesunyian masing-masing | powered by WordPress with Barecity