»

Gembos

Blogroll — admin @ 12:56 pm

– perihal seorang teman…

gembos_blog2

Dwi Rahariyoso, biasa dipanggil Gembos: seorang teman baik, lelaki berperasaan halus dengan segudang cerita melankolik dalam hidupnya, seorang penyair yang tak percaya kalau dirinya bisa dan mampu menjadi penyair!

Ia ambil keputusan penting: merantau ke Sorong, Papua, sendirian, untuk waktu yang entah… setidaknya dua tahun.

Saya bertemu terakhir kalinya sehari sebelum ia berangkat ke Sorong. Saya sedang melakukan perjalanan dua pekan ke Timur, dan kami berjumpa di Mojokerto. Aku mengajaknya berkeliling ke beberapa tempat di Mojokerto, salah satunya: Trowulan, pusat situs arkeologi peninggalan kerajaan Majapahit. Itu kali pertama ia mengunjungi Trowuan.

Gembos sempat bilang: “Sebelum saya meninggalkan Jawa, untuk pertama kalinya saya datang ke Trowulan, tilas dari sisa-sisa kejayaan ‘Jawa’. Anggap saja ini sebagai pamit yang baik pada Jawa. Ini mungkin cara pamitan terbaik yang bisa saya lakukan.”

Jelang senja, kami menghabiskan waktu dengan menyeruput kopi di sebuah warung makan di pinggir jalan, tak jauh dari terminal Mojokerto. Kami berbincang banyak hal. Sempat saya tunjukkan hasil pencarian via google mengenai Sorong: betapa jarak antara Sorong dan Jayapura kira-kira hampir seperti jarak antara Jakarta-Surabaya.

“Asulah, Jakarta-Surabaya jalannya mulus, macam apa kondisi jalan Jayapura-Sorong? Bisa-bisa dua sampai tiga hari,” desisnya setengah memaki.

Sekitar pukul 19.00, kami bergerak ke dalam terminal. Saya akan meneruskan perjalanan ke timur, Gembos akan kembali ke rumahnya di Ponorogo, untuk berkemas, menyiapkan keberangkatannya ke Sorong keesokan harinya.

Saya sengaja menunggu Gembos pergi lebih dulu. Pukul 19.20, bus “Restu” datang, dan dia naik ke atas bus itu. Saat bus itu beranjak, lamat-lamat saya masih melihatnya mengacungkan jempol ke arah saya.

Foto ini diambil beberapa saat sebelum ia menaiki bus “Restu”. Saya mengambil potretnya diam-diam.

Dan, sungguh, saya tak tahu apa yang ada di kepalanya saat itu….

gembos-again

6 Comments »

  1. fotone apik mas zen. salam sukses buat kancane

    Comment by nothing — 2010/01/27 @ 1:46 pm
  2. Sorong konon daerah di Papua paling enak utk didiami, entahlah itu cuma menurut cerita kawan. Tapi jarak Jakarta ke Papua, sama dengan Jakarta ke Tokyo :D

    Comment by hedi — 2010/01/27 @ 8:24 pm
  3. kok fotonya seperti menyimpan rasa cemas ya,,
    salam kenal

    Comment by kalasenja — 2010/01/28 @ 3:39 am
  4. Suka bagian akhir. Haru! Moga kancamu baik-baik saja di Sorong.

    Comment by fahri — 2010/03/10 @ 3:50 am
  5. wajahnya di foto kayak bimbang gitu

    Comment by dewaji — 2010/03/18 @ 3:58 pm
  6. He is my teacher in Sorong..
    Dy baik dan tidak berpikir negatif dengan orang lain..
    Saya sangat salut dengannya..

    Comment by @....@ — 2010/05/13 @ 2:27 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.
(c) 2010 nasib adalah kesunyian masing-masing | powered by WordPress with Barecity