Djunaedi

– lelaki tua dan toilet

junaedi-bw2

Perkenalkan: Pak Junaedi!

Saya tak tahu banyak sejarah hidupnya. Tapi beginilah saya menemukannya: Di sebuah toilet umum milik warga, yang dibangun dengan mengadopsi konsep Sanimas [sanitasi berbasis masyarakat], seorang lelaki ditunjuk sebagai operator sekaligus penjaga toilet umum ini.

Ketua RT/RW 01/01, Kel. Janti, Sidoarjo [tak jauh dari Pabrik Paku yang berada di seberang terminal Bungurasih] menunjuknya sebagai operator. Pak Sumardi, Pak Ketua RT itu, percaya pada integritasnya.

“Daripada orang lain yang ga jelas, lebih baik dia saja yang jaga di sini,” kata Pak Sumardi.

Pak Sumardi, juga mayoritas warga, cukup punya alasan untuk percaya pada Pak Djunaedi. Lelaki kelahiran Bojonegoro ini sudah sejak 1970-an tinggal di situ, pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain, tapi masih di kampung yang sama. Macam-macam pekerjaan sudah ia lakukan: semuanya rata-rata pekerjaan kaki dan tangan –sebut saja: kuli.

Sudah lama ia tinggal sendirian. Ia seorang duda dengan anak-anak yang jauh darinya. Ia enggan menyebutkan di mana masing-masing anak-anaknya sekarang. “Mereka sudah berkeluarga semua,” ujarnya memberi sedikit keterangan.

Ia tinggal di sebuah ruangan kecil berukuran 2 X 3 meter yang berdempet dengan toilet umum itu. Di ruangan itu, saya melihat ada selembar tikar, sebiji bantal, sebuah meja, seperangkat gelas dan teko, beberapa ons kopi dan gula pasir serta radio transistor yang di salah satu bagiannya sudah terbuka karena murnya hilang.

Toilet yang dijaga Pak Djunaedi itu sangat bersih. Seorang reporter televisi lokal yang pernah meliput toilet ini, ungkap Pak Sumardi, segan untuk melangkahkan kaki ke bagian dalam karena khawatir akan membikin kotor.

Dia, Pak Djunaedi itu, sempat bilang betapa ia tak tahan melihat ada kotoran di toilet.

“Membersihkan toilet ini setiap waktu dan setiap sempat membuat saya tak merasa sunyi!”

Kalimat itu diucapkannya saat hujan masih deras, dan ia telanjang dada, berdiri di salah satu pintu kamar mandi, beberapa saat usai mengepel ruangan mencuci. Tangannya bersidekap di dada. Ia tampak sedikit kedinginan….

Printed from: http://pejalanjauh.com/2010/01/djunaedi/ .
© Pejalanjauh 2010.

4 Comments   »

  1. mawi wijna says:

    Pak Djunaedi, saya salut pada bapak.

    [Reply]

  2. dela says:

    two thumbs up for pak junaedi..!!! :)

    [Reply]

  3. bangsari says:

    kakak angkatan di nuklir, jadi penjaga toilet di pasar dekat jalan gejayan jogja. sepertinya masih belum pensiun.

    [Reply]

  4. yusuf81 says:

    iku wc ne wc ne alien?, kok kudu wong fakultas sastra nuklir yang jaga …
    hahaha

    [Reply]

RSS feed for comments on this post , TrackBack URI

Leave a Comment