»

Akar

biografi — pejalanjauh @ 1:18 am

Paru-paru itu berdiam seperti akar yang nancap di dalam salju.

Akar-akar itu kadang terlihat ringkih dan dengan sedikit tenaga saja orang-orang bisa langsung dengan mudah mencabutnya.

“Tidak,” kata kau, “Orang-orang tak bisa mencabutnya begitu saja karena akar-akar itu tampaknya menancap dengan sungguh kuat.”

“Tapi lihatlah,” sanggahku, “Bahkan hal itu pun hanya tampaknya saja.”

[Saduran dari Franz Kafka, the Trees].

7 Comments »

  1. hyah..,
    kna virus flu politikana ni kayaknya post jadi kuntet gini :D ..

    Comment by BudiTyas — 2009/07/13 @ 2:56 pm
  2. errrrrr…

    Comment by stey — 2009/07/14 @ 1:54 pm
  3. diobati to kang.

    Comment by bangsari — 2009/07/14 @ 4:09 pm
  4. menang pemilu sepertinya juga tampaknya saja

    Comment by teguh saja — 2009/07/15 @ 12:18 am
  5. paru-paru adalah kesunyian masing-masing, zen

    Comment by tanurejo — 2009/07/15 @ 12:29 am
  6. bagus bgt catatan pendeknya, mas. kl leh tau, emang lagi bermslah gitu paru2nya ya?

    Comment by nad — 2009/07/15 @ 12:32 am
  7. apakah cermin di kamar sudah kecoklatan, nyo? atau nampaknya saja begitu?

    Comment by dewanto — 2009/07/15 @ 3:44 pm

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.
(c) 2012 nasib adalah kesunyian masing-masing | powered by WordPress with Barecity