»

Melankolia

Jepret,cermin — pejalanjauh @ 12:27 pm

Beberapa saat sebelum pasola berakhir, saya memungut sebatang tombak yang tergeletak di tanah.

Jam mendekati pukul dua, berarti sudah 7 jam perang lempar tombak di atas punggung kuda berlangsung. Matahari masih sangat terik. Pasola masih berlangsung, masih sengit. Para pemain pasola sering memberi aba-aba mengejek untuk memancing lawan merengsek maju. Tak ada tempat bagi kelengahan di sini. Semua mesti waspada, bahkan termasuk penonton. Seliweran tombak itu kadang terlontar ke arah penonton yang berkerumun di keempat sisi arena pasola.

Seorang tua dengan pakaian adat yang tak ikut bermain terkena tombak di dadanya. Untuk kekuatannya tak seberapa sehingga tak membuatnya luka. Saya melihatnya meringis menahan sakit, tapi ia tak mengeluh dan tak memajang tampang kesakitan. (more…)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.
(c) 2012 nasib adalah kesunyian masing-masing | powered by WordPress with Barecity